Infus
Seringkali kita mendengar kata "infus". Kata ini tidak asing lagi
bagi masyarakat secara umum baik dipelosok pedesaan maupun diperkotaan dan
pasti kata ini merujuk pada orang yang sakit di fasilitas kesehatan, baik
klinik, puskesmas, dan rumah sakit. Meskipun ada juga orang yang dipasang infus
saat berada di rumah sendiri karena beberapa pertimbangan khusus.
Dibalik
semuanya ini, baik kita belajar memahami Infus secara seksama agar kita
mengetahui dan memahami sehingga terjadi kerjasama yang baik antara masyarakat
umum dengan tenaga kesehatan. Mengenai konsep teori infus ini dimulai dari
pemasangan, perawatan daerah tusukan infus, pemberian obat lewat infus, dan
pencabutan infus.
Pemasangan Infus.
Secara umum pemasangan infus tidaklah sembarangan dilakukan. Hal ini sudah
menjadi pertimbangan dokter maupun perawat dalam rencana perawatan dan
pengobatan yang akan dilakukan kepada pasien. Dalam pemasangan infus juga jarum
sebagai media tusuk agar menembus kulit tidak tertinggal dalam pembuluh
darah/urat, tetapi pipa karet elastis yang tertinggal.
Ada beberapa pertimbangan dan tujuan dari pemasangan infus :
Ada beberapa pertimbangan dan tujuan dari pemasangan infus :
pertama; menjaga
keseimbangan cairan dalam tubuh. Pemberian cairan infus juga merupakan
terapi cairan untuk memelihara keseimbangan cairan tubuh bila pasien
bersangkutan tidak dapat minum cukup sesuai kebutuhan tubuh selama
opnama. Beberapa kondisi pasien yang harus
diberikan cairan infus karena bila tidak diberikan pasien tersebut
sudah atau berisiko terjadinya syok sampai menyebabkan kematian.
kedua; sebagai jalur pemberian obat larutan yang efektif dan mempunyai
reaksi cepat. Berdasarkan pengalaman obat larutan yang diberikan sudah
dapat dirasakan reaksinya berkisar 1 - 10 menit setelah pemberian dan bertahan
sampai 8 jam. Biasanya masing-masing obat larutan mempunyai masa kerja dan lama
yang bervariasi.
ketiga; jalur pemberian makanan dalam bentuk cair (nutrisi parenteral). Pemberian
infus nutrisi/makanan ini diberikan kepada pasien yang memang tidak mau, tidak
dapat, tidak boleh makan selama menginap di rumah sakit. Ketiga
kondisi ini menjadi pertimbangan medis dalam memberikan nutrisi melalui infus.
keempat; jalur
pemberian darah transfusi bila membutuhkan. Jalur pemberian darah melalui
infus cukup beralasan karena darah yang di-infus-kan langsung masuk ke pembuluh
darah, mengalami proses dan berguna di dalam tubuh.
Biasanya pemasangan infus ini dilakukan oleh perawat yang sudah belajar
ilmu, terampil dan berpengalaman. Kalau pemasangan infus ini dilakukan oleh
perawat atau dokter praktik (sedang masa pendidikan) maka pemasangan infus
harus didampingi oleh instruktur Klinis senior. Pemasangan infus dilakukan
dengan tingkat kebersihan yang tinggi (steril), hati-hati dan penuh
kesabaran.
Perawatan Daerah Tusukan Infus.
Setelah infus sudah diasang tidak berhenti sampai di situ. Infus yang
sudah dipasang dalam kondisi terawat dengan baik dapat bertahan lama. Tangan di
mana infus terpasang bukan berarti tangan tersebut tidak boleh melakukan
pergerakan apa-apa, hanya secara hati-hati. Peran perawat dan keluarga sangat
diharapkan dalam menjaga daerah tusukan infus agar tetap paten. Misalnya,
tangan yang terpasang infus diharapkan tidak tertimpa saat tidur. Pasien dan
keluarga melaporkan bila daerah tusukan infus terasa sakit, merah, dan
panas.
Perawat harus tanggap terhadap segala perubahan kesehatan yang terjadi pada
pasien bila terjadi demam, apakah itu disebabkan oleh plebitis (infeksi
pembuluh darah di mana infus terpasang) atau disebabkan oleh karena proses
penyakit yang dideritanya.
Idealnya perawat aktif dalam memantau daerah tusukan infus setiap 2 jam
sekali. Melaporkan dan mencatat pada rekam medis/status pasien kondisi daerah
tusukan infus.
Pemberian Obat Lewat Infus.
Pemberian obat larutan lewat jalur infus dengan cara menyuntikan obat
melalui karet persis dekat dengan daerah tusukan infus secara perlahan dan
hati-hati. Juga, selain itu ada obat yang diberikan dengan cara diteteskan
seperti halnya cairan infus dengan beberapa pertimbangan dampak/efeknya yang
tidak diinginkan saat diberikan suntikan langsung melalui karet pipa infus.
Obat yang diberikan melalui jalur infus harus dipantau setelah
pemberiannya. Misalkan ada yang mengalami mual dan muntah setelah pemberian,
namun biasanya berlangsung dalam beberapa saat saja. Biasanya efek yang tidak
diinginkan adalah efek alergi obat yang berat.
Penggantian botol cairan infus juga dilakukan secara hai-hati melalui
tekhnik steril.
Pencabutan Infus
Pencabutan infus dapat dilakukan bila infus tidak lagi dibutuhkan dalam
proses pengobatan dan pemulihan.
Infus harus segera dicabut bila terjadi plebitis dan penyumbatan
sehingga infus tidak lancar menetes sampai berhenti menetes.
Mungkin juga ada beberapa orang setelah dicabut infus merasa bebas tidak terkekang lagi.
Mungkin juga ada beberapa orang setelah dicabut infus merasa bebas tidak terkekang lagi.
Dengan
mengetahui beberapa konsep teori dan pengalaman di atas dapatlah dikatakan
bahwa bila seorang pasien yang terpasang infus akan dilakukan pengobatan dan
perawatan yang khusus terhadap kondisi penyakitnya. Kondisi yang dimaksud dapat
berarti sakit parah atau pemasangan infus itu dilakukan untuk menjaga segala
kemungkinan/risiko yang timbul dari proses penyakitnya yang dapat terjadi kapan
saja, sehingga dokter-perawat dapat melakukan terapi dengan cepat melalui jalur
infus.
Mungkin ada dari kita berpikir saat kita atau sanak keluarga kita diinfus,
penyakitnya sudah berat? Bila terjadi kondisi seperti ini diharapkan
pasien dan keluarga menanyakan mengenai kondisi yang terjadi kepada dokter atau
perawat.
Dalam hal ini juga baik dokter dan perawat mengambil waktu menjelaskan
mengapa dipasang infus baik dalam keadaan tidak gawat darurat maupun gawat
darurat. Melalui komunikasi yang baik dan efektif ini masyarakat awam memahami
proses pelayanan kesehatan dalam setiap kondisi kesehatan yang dialaminya.
Belajar memahami infus bagi awam merupakan salah satu pemahaman akan sistem
pelayanan yang diberikan oleh dokter-perawat kepada setiap pasien yang
membutuhkan terapi dan perawatan infus baginya.
http://wilbinaul.blogspot.com/2013/10/belajar-memahami-infus-bagi-awam.html#.UuMenX-yTIU



